Kamis, 01/01/2026 17:05 WIB

Radioterapi Presisi Tinggi Hadirkan Harapan Baru bagi Pasien Kanker Serviks

Jakarta, sumbarsatu.com — Angka kanker serviks di Indonesia masih tinggi, menempati peringkat kedua kanker terbanyak pada perempuan dengan sekitar 36.000 kasus baru setiap tahun.

Di tengah kondisi ini, perkembangan teknologi radioterapi presisi tinggi membuka harapan baru bagi pasien. Radioterapi kini menjadi metode penanganan kanker yang efektif, aman, dan nyaman, tidak hanya untuk kanker serviks, tetapi juga kanker ginekologi lainnya.

Radioterapi dilakukan melalui dua pendekatan utama: radioterapi eksternal, yang menargetkan tumor dengan sinar pengion berenergi tinggi, dan brakiterapi, yang menempatkan aplikator langsung ke area tumor untuk dosis radiasi optimal.

Teknik modern seperti 3DCRT, IMRT, VMAT, dan IGRT memungkinkan pengaturan dosis yang presisi, menargetkan tumor sekaligus meminimalkan paparan jaringan sehat.

“Dengan teknologi modern, radioterapi lebih aman dan nyaman, keberhasilan terapi meningkat, dan efek samping dapat lebih terkontrol,” ujar dr. Fauzan Herdian, Sp.Onk.Rad, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi di Primaya Hospital Bekasi Barat, Kamis (1/1/2026).

Deteksi dini tetap menjadi kunci kesembuhan. Skrining rutin melalui Pap smear atau tes IVA memberikan peluang sembuh mendekati 100% bila kanker ditemukan pada tahap awal. Radioterapi modern kini bukan lagi menakutkan, melainkan solusi yang memberi harapan besar bagi pasien untuk sembuh dan kembali produktif. ssc/rel

BACA JUGA