Agam, sumbarsatu.com- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, melalui Resor Konservasi Wilayah II Maninjau, meningkatkan penanganan konflik antara manusia dan satwa beruang madu (Helarctos malayanus) di Jorong Kampuang Dagang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari.
Menurut Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, Sabtu (13/9/2025), upaya itu dilakukan setelah BKSDA kembali menerima laporan munculnya satwa dilindungi tersebut.
Satwa itu dilaporkan mengejar beberapa orang warga, dan lokasi kemunculannya berada di dekat pemukiman warga.
Pada akhir Agustus 2025, BKSDA Sumbar telah melakukan upaya penanganan konflik tersebut.
Dari evaluasi dan perkembangan situasi di lapangan, BKSDA memutuskan untuk melakukan upaya evakuasi satwa dengan menggunakan beberapa kandang jebak.
Pertimbangan didasarkan untuk keamanan warga dan keselamatan satwa itu sendiri.
BKSDA Sumbar, dibantu tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia, dan masyarakat bersama-sama melakukan upaya evakuasi dan patroli pemantauan di lapangan.
Berdasarkan informasi dari beberapa warga diketahui satwa beruang berjumlah dua ekor dengan usia diperkirakan dewasa.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan evakuasi, karena diduga ruang gerak satwa berada disekitaran perkebunan dan pemukiman warga.
Ia mengimbau warga untuk tetap hati-hati dan waspada ketika beraktivitas di perkebunan. (MSM)