Selasa, 25/03/2025 21:28 WIB

BPBD Agam Waspadai 8 Bencana Alam Selama Libur Idul Fitri

Erupsi Gunung Marapi foto Antara

Erupsi Gunung Marapi foto Antara

Agam,sumbarsatu.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, mewaspadai delapan bencana alam yang mungkin terjadi selama libur Idul Fitri 1446 Hijriyah, ungkap Kalak BPBD Agam, Budi Perwira Negara kepada wartawan Selasa (25/3/2025).

Bencana dimaksud berupa bencana geologi, seperti erupsi Gunung Marapi, gempa bumi, dan tsunami. Sedangkan bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor, banjir, banjir bandang, cuaca ekstrim, kebakaran hutan dan lahan.

 Menurutnya, potensi bencana alam dimaksud berdasarkan prediksi curah hujan dari BMKG pada Maret-Mei 2025.

Dijelaskan, erupsi gunung terjadi di Canduang, Banuhampu, Sungai Pua dan Ampek Angkek.

Gempa bumi diprediksi di Kecamatan Ampek Koto, Sungai Pua, Ampek Angkek, dan Tanjung Mutiara.

Di sepanjang garis pantai Kecamatan Tanjung Mutiara berpotensi terjadi tsunami.

Sementara tanah longsor berpeluang terjadi diKecamatan Palembayan, Matur, Palupuh, Baso, Ampek Koto, Tanjung Raya, Lubuk Basung, dan Ampek Nagari.

Banjir berkemungkinan bisa terjadi di Kecamatan Palembayan, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Ampek Koto, Tanjung Raya, Malalak, Ampek Nagari, Lubuk Basung, dan Tanjung Mutiara.

Banjir bandang diprediksi akan terjadi di Kecamatan Ampek Angkek, Canduang, Banuhampu, Sungai Pua, Tanjung Raya dan Ampek Koto.

Cuaca ekstrim di Kecamatan Kamang Magek, Tilatang Kamang, Tanjung Raya, Malalak, Ampek Nagari, Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara.

Kebakaran hutan dan lahan diwaspadai di Kecamatan Ampek Nagari, Lubuk Basung, dan Tanjung Mutiara.

Delapan bencana itu berpotensi terjadi di 16 kecamatan di Agam.

Untuk itu, pihak BPBD Agam menyiapkan personil dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

BPBD Agam melakukan berbagai upaya dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, dengan menempatkan 20 personil di pos pengamanan yang rawan bencana, menyiapkan peralatan dan logistik kebencanaan.

Di samping itu juga menyiapkan alat berat di beberapa titik, sosialisasi, pelatihan, simulasi sebagai bentuk edukasi masyarakat, menyiagakan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di seluruh nagari dalam membantu penanganan bencana. (MSM

BACA JUGA