Senin, 30/08/2021 20:13 WIB

Bupati Masukkan Silat dalam Kurikulum Sekolah

SILEK ARTS FESTIVAL 2021

 
Pasbar, sumbarsatu.com-- Bupati Pasaman Barat H. Hamsuardi akan memasukkan mata pelajaran silek dalam silabus mata pelajaran sekolah tahun ajaran 2022 nanti.
 
"Silek adalah budaya dan kearifan lokal Minangkabau. Oleh karenanya perlu kita lestarikan dan tahun besok akan kita masukkan pada kurikulum sekolah di Pasaman Barat, terutama pada SD dan SMP," kata Bupati Hamsuardi usai membuka dan sekaligus menjadi narasumber pada seminar Silek Arts Festival (SAF) 2021 di Aula Hotel Gucci, Senin (30/8/2021).
 
Seminar itu digagas oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatra Barat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Pasbar.
 
Menurutnya dengan melestarikan budaya silek, siswa juga melestarikan budaya daerah. "Selain mendidik siswa untuk cinta budaya daerah, silek mengajarkan budaya sportif, dan menyehatkan jasmani," kata Hamsuardi.
 
Oleh karena itu, melalui organisasi IPSI agar mencari tanah untuk gelanggang atau sasana silek di kabupaten maupun setiap kecamatan. Sehingga ada tempat latihan para atlet silek.
 
Bagi Hamsuardi, silek tidak lagi menjadi asing baginya. Karena seorang olahragawan paham betul bagaimana dengan silek tersebut. 
 
"Kembali saya bernostalgia ketika adanya kegiatan ini. Ingat bagaimana dahulu, ketika berada di surau. Setelah mengaji di surau, maka dilanjutkan dengan belajar basilek," kata Hamsuardi.
 
"Saya perintahkan agar  silek akan dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal," katanya.
 
Selain itu, katanya karena ini merupakan kekayaan yang penting. Maka sudah diyakini jika guru silek sangat diharapkan kembali hadir untuk mengajarkan silek. Baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
 
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar wilayah kerja Sumsel, dan Bengkulu, Unri  mengatakan tujuan digelarnya kegiatan tersebut, untuk menghangatkan kembali silek yang sudah mulai dingin.
 
"Silek ini sudah mulai dilupakan oleh generasi kita. Mengingat itu, kita bangkitkan kembali harapan silek yang disukai oleh generasi muda dahulu. Apalagi nampaknya Pemda Pasbar setuju," ujarnya.
 
"Tujuannya di berbagai daerah bisa mendorong kurikulum silek dimasukkan ke dalam muatan lokal. Bupati setuju, sehingga nilai budaya terutama silek bisa lestari," katanya.
 
Kegiatan yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini, diselenggarakan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang didukung dengan rapid tes.
 
"Peserta kegiatan ini dengan menghadirkan peserta dari dua kabupaten, yakni Pasaman dan Pasbar. Semoga kegiatan ini membutuhkan hasil sesuai dengan yang diharapkan," katanya.SSC/Rel
 

BACA JUGA