Mereka memanfaatkan jasa internet untuk berusaha, di samping usaha lainnya. Salah seorang warga yang memanfaatkan jasa internet dalam situasi sulit itu, adalah Maizul Amri Sr. Pamenan, yang akrab sisapa “Pajok” dalam pergaulan sehari-hari.
Lubuk Basung, sumbarsatu.com-Sejak pendemi Covid-19 menjarah Indonesia, termasuk Kabupaten Agam, banyak warga kehilangan mata pencarian. Namun mereka tidak kehilangan akal, ungkap Camat Lubuk Basung, Harmezi, Senin (28/9/2020).
Mereka memanfaatkan jasa internet untuk berusaha, di samping usaha lainnya. Salah seorang warga yang memanfaatkan jasa internet dalam situasi sulit itu, adalah Maizul Amri Sr. Pamenan, yang akrab sisapa “Pajok” dalam pergaulan sehari-hari.
Ia, bersama sang istri, Lis, kini menekuni jualan nasi murah meriah, enak, dan bersih, di Batu Palano, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Agam.
Walau terbilang baru, jualan Pajok terbilang banyak peminatnya. Karena, di samping enak, dan bersih, Pajok terbilang ramah, dan tidak “barek muluik.”
“Setiap tamu yang mampir, kami anggap saudara. Mereka akan kami terima dengan senang hari dan keramahan, sebagai seorang saudara menerima saudaranya," ujarnya.
Untuk memudahkan pelanggan mengenali pondok makan mereka, pondok tersebut diberi nama “Bareh Solok.”
Kenapa harus Bareh Solok? Menurutnya, Bareh Solok kualitasnya bagus, rasanya enak. Di samping itu, “urang rumahnya” kebetulan adalah urang Solok.
“Condong salero ka nan lamak, condong mato ka nan rancak. Makanya kami sediakan makanan nan lamak, tempat yang bersih. Semoga, sekali mencoba tetap jadi langganan,” ujar Pajok.
Lantas, siapa saja yang pernah mampir dan keterusan makan enak di pondok makan Bareh Solok? Menurut Pajok, pelanggannya tidak terbatas status sosial. Ada pejabat, PNS, petani, pedagang, dan lainnya. Bahkan tidak jarang dia dapat order nasi bungkus puluhan bungkus dari dinas/instansi di Lubuk Basung.
Namun ia mengaku masih dalam tahap belajar berusaha, khususnya dengan memanfaatkan jasa internet. Belum banyak pelanggan yang mengetahui, kalau ia bisa menerima pesanan melalui internet, khusus menggunakan aplikasi WhatsApp (WA).
Walau demikian, ia merasa bahagia, karena ada pelanggan yang memesan masakannya, via WA, dari luar Lubuk Basung, seperti dari Tanjung Raya, dan kecamatan sekitar Lubuk Basung.
Camat Lubuk Basung, Harmezi, mengaku bangga kalau warganya cerdas memanfaatkan TI untuk berusaha. Mereka tidak hanya meratapi nasib kehilangan mata pencarian karena pendemi Covid-19. Mereka bisa mengelak dari kebuntuan, membalikan siatuasi sulit menjadi lebih mudah, guna mencapai kesejahteraan di mas pandemi Covid-19.
“Kami bangga. Dengan menjamur usaha memanfaatkan jasa internet, tukang ojek yang kehilangan pelanggan, karena para siswa belajar daring, kini mendapatkan lahan baru, sebagai kurir pedagang Online,” ujarnya.
Ia berharap, usaha mereka terus berkembang. Untuk perlu penguasaan dan pengembangan pasar, dan modal. Untuk penguatan modal, mereka bisa memanfaatkan jasa perbankan. Di berabgai bank, kini ada kredit untuk rakyat, yang disebut KUR. Atau dalam jumlah kecil. Bisa memanfaatkan dana yang ada di nagari dan kecamatan. SSC/MSM
-
>