Sabtu, 11/01/2020 16:23 WIB

Bupati Agam Resmikan Kantor Wali Nagari Koto Tuo dan Pondok Tahfiz Al-Qur’an Al-Mubarak

Bupati Agam, H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, Sabtu (11/1/2020), meresmikan dua bangunan di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Ampek Koto

Bupati Agam, H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, Sabtu (11/1/2020), meresmikan dua bangunan di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Ampek Koto

Agam, sumbarsatu.com-Bupati Agam, H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, Sabtu (11/1/2020), meresmikan dua bangunan di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Ampek Koto.

Bangunan dimaksud adalah Kanto Wali Nagari Koto Tuo, dan Pondok Tahfiz Al-Qur’an Al-Mubarak.

Kedua bangunan itu diresmikan bupati bersamaan, di di halaman Masjid Al-Mubarak.

Bupati mengapresiasi masyarakat Koto Tuo, yang telah memiliki dua bangunan, yang akan menjadi simbol dan kebanggaan di nagari tersebut.

“Selain kantor wali nagari, juga memiliki pondok tahfizh. Jarang ditemui masjid yang megah memiliki pondok tahfiz sebagus ini,” ujarnya.

Di samping menjadi kebanggaan, bupati mengharapkan keberadaan bangunan ini tidak membuat malu. Untuk itu, ia meminta masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin, dan mencari guru mengaji yang “santiang” dalam mengajar anak.

Ia mengingatkan, dalam mengajar anak mengaji jangan minta bantu kepada pemerintah untuk membayar gaji guru mengaji, karena ini tanggung jawab orang tua.

Bupati salut pada masyarakat Koto Tuo, karena anak belajar di Pondok Tahfiz Al-Qur’an Al-Mubarak gratis.

Wali Nagari Koto Tuo, Effendi Dt. Pangeran mengaku bangga, Pemerintah Nagari Koto Tuo selama ini memanfaatkan bangunan balai adat sebagai sarana pelayanan masyarakat, tapi sekarang sudah memiliki kantor sendiri.

“Tentu pembangunan gedung didukung dengan anggaran cukup besar, dan oleh masyarakat, sehingga bangunan ini dapat berdiri dengan megah,” ujarnya.

“Kantor wali nagari kita bangun memanfaatkan dana desa sebesar Rp600 juta. Pembangunannya dilakukan dua tahap, dari 2018 sampai 2019. Sedangkan pondok tahfiz, dibangun dengan swadaya masyarakat, baik di ranah maupun rantau sebesar Rp450 juta, sepaket dengan tempat berwuduk masjid,” ujarnya menjelaskan.

Sebelumnya anak-anak di Koto Tuo belajar tahfiz di Masjid Al-Mubarak, tapi belum maksimal. Sekarang mereka telah bisa memanfaatkan gedung baru tanpa dipungut biaya, dengan jumlah santri 150 orang.

Ia berharap, dengan diresmikannya kantor wali nagari, pelayanan dan pembangunan di Koto Tuo menjadi meningkat. Begitu juga dengan kehadiran pondok tahfiz, diharapkan mampu melahirkan generasi qurani di nagari tersebut. (MSM)

BACA JUGA