Besok, Kemenko PMK-Disbud Tampilkan Permainan Anak Nagari

GEMA BUDAYA

Selasa, 12/11/2019 11:55 WIB

Padang, sumbarsatu.com—Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Sumatera Barat mendorong Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya (Gema Budaya) sebagai salah satu instrumen dalam upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan budaya lokal secara berkelanjutan.

Gema Budaya menyasar dua objek pemajuan kebudayaan, yaitu permainan rakyat dan olahraga tradisional.  

Untuk merealisasikan gagasan yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pada Rabu (13/11/2019) dilaksanakan iven Gema Budaya dengan melibatkan pastisipasi aktif komunitas, sekolah dan pelaku budaya, serta pihak terkait se-kota dan kabupaten di Sumatera Barat, yang digelar di Museum Adityawarman Padang.     

“Gema Budaya merupakan upaya untuk menggerakkan seluruh pihak terkait agar peduli dan terlibat dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal sesuai dengan perkebangan zaman, melalui berbagai pendekatan.

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida mengatakan, upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menggelar kegiatan-kegiatan kebudayaan secara regular. Namun juga diikuti dengan memberikan pemahaman tentang filosofi dan nilai dari keberadaan objek budaya yang dimiliki.

“Sebagai wujud pemajuan kebudayaan dalam hal perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan terhadap objek pemajuan kebudayaan dijelaskan bahwa ekspresi dan praktik kebudayaan tradisional untuk memperkaya kebudayaan nasional. Kegiatan Gema Budaya yang dilaksanakan di Sumatera Barat in I merupakan upaya menjelaskan makna dari ekspresi budaya itu,” kata Nyoman Shuida, Selasa (12/11/2019).

Pelestarian nilai-nilai tradisional merupakan suatu kekayaan budaya sebagai cerminan pelaksanaan kearifan lokal (local wisdom). Seiring dengan kemajuan teknologi, kini banyak anak-anak dan bahkan masyarakat yang tidak mengenal lagi permainan tradisional dan olahraga tradisional.

“Bagi kita yang pernah merasakan langsung suasana permainan tradisional, memberikan dampak positif dalam membentuk kepribadian yang berkarakter baik. Maka kegiatan Gema Budaya ini dinilai sangat penting dan berkontribusi membangung karakter bangsa” tambahnya.

Sementara itu, Gemala Ranti, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat menyebutkan, dalam Gema Budaya ini bukan semata penampilan permainan rakyat dan olahraga tradisional yang hidup di nagari-nagari di Minangkabau, tapi juga dilaksanakan semacam lokakarya untuk pemaknaan lebih dalam kekayaan budaya Minangkabau.

“Lokakarya ini diharapkan membuka lebih luas wawasan dan pengalaman pelaku permainan rakyat dan olahraga tradisi itu sendiri. Penampilan permainan rakyat dan olahraga tradisi juga dikesankan untuk pelestarian dan merawat budaya kita,” urai Gemala Ranti.

Aprimas, Ketua Pelaksana Gema Budaya, mengatakan, iven ini mempertegas peran dan makna dari kekayaan budaya dalam hal ini budaya Minangkabau dalam membangun karakter kejujuran, sportif, dan kemandirian. “Di sini tekanannya maka kegiatan ini dinilai penting,” kata Aprimas.

Menurut Aprimas, hingga saat ini, komunitas dan sekolah, serta pelaku  yang sudah terkonfirmasi tampil ialah Komunitas/Ruang Baca Tanah Ombak, Lembaga Warisan Budaya Minangkabau “Bukik Ase”, dan Komunitas Sipak Rago, Sekolah Alam Minangkabau  (semunya dari Kota Padang), Komunitas Budaya KIEK dari Sungai Landia, Komunitas Pucuak Mudo Maninjau (keduanya dari Kabupaten Agam), Komunitas Gubuak Kopi dari Kota Solok, Komunitas Pamenan Anak Nagari Piaman (Kabupaten Padang Pariaman), , Komunitas/PS Camar Putih dari Kabupaten Limapuluh Kota, Komunitas Permainan Anak Nagari dari Kota Bukittinggi dan Komunitas Budaya Pituah Bundo dari Kota Payakumbuh.

“Ratusan anak-anak akan menampilkan permainan rakyat dan olahraga tradisi yang ada di nagari-nagari di Minangkabau. Bagi yang belum pernah merasakan permainan tradisi dan olahraga rakyat itu, bisa datang ke acara ini,” tambah Aprimas.

Objek pemajuan kebudayaan permainan rakyat dan olahraga tradisional (OPK PROT) merupakan permainan anak nagari yang menjadi aset budaya bangsa yang memiliki unsur olah fisik tradisional. Sedangkan permainan tradisional merupakan permainan yang memiliki nilai kearifan lokal yang dapat memperkuat sikap kritis untuk mencegah yang masif dari permainan modern.

Gemala Ranti menambahkan, OPK PROT memiliki nilai-nilai pembangunan karakter, terutama pada anak. PROT dapat menumbuhkan nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, intrgritas.

“Karakter religius dikembangkan melalui kemampuan percaya diri dalam bermain, bersahabat, melindungi sesama teman, dan mencintai lingkungan, taat aturan bermain, menjaga kekayaan bangsa dan menghargai dan menghormati keragaman budaya, suku dan agama ketika bermain dengan teman sebaya lainnya,” terangnya.

Ditambahkan Aprimas, permaian rakyat dan olahraga tradisi di Minangkabau (Sumatera Barat) berkembang baik dengan modifikasi dan penyesuaian dengan era kini.

“Banyak komunitas dan sekolah yang terus menerus mengembangkan permainan anak nagari ini sesuai dengan kebutuhan,” tambah Aprimas.

Pada iven Gema Budaya, akan ditampilkan permainan rakyat dan olahraga tradisi yaitu antara lain main dore, congkak, main kajai, main klereng, main galah (cak bur), alang-alang, gasiang-gasiang, cik mancik, tarompa panjang, sipak tekong dan lainnya.  Untuk olahraga tradisional antara lain sipak rago, main galah (ambek), main kasti, tarik tambang, bola limau, tarompa panjang, tengkak-tenkak (Egrang), kasti, parang-parangan, silek, dan lainnya.

Dalam rangkaian Gema Budaya diawali dengan lokakarya tentang PROT yang diikuti oleh berbagai unsur budaya/generasi muda/milenial. Sekaligus juga akan dilakukan inventarisasi dan pendokumentasian. 

Lokakarya menghadirkan narasumber yang berkompeten di Dr  Pramono, MA, dari FIB Unand, Yulfian Azrial (penulis buku Minangkabau), dan Ade Rahadian (Sekolah Alam Minangkabau), dan R. Alfredo Sani F (Asisten Deputi Kepemudaan dan keolahragaan, Deputi Koordinator Bidang Kebudayaan, Kemenko PMK)

“Sesuai rencana, Gema Budaya akan dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Bapak Nyoman Shuida,” kata Aprimas. SSC/MN



BACA JUGA