Rabu, 26/06/2019 22:46 WIB

Mengelola Sampah Menjadi Berkah

Payakumbuh, sumbarsatu.com -- Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh menggelar Sosialisasi dan Advokasi Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Persampahan, di Aula Kantor Camat Payakumbuh Utara, Selasa (25/6-2019).
 
Kepada masyarakat, dijelaskan tentang beberapa aturan terkait pengelolaan sampah di Kota Payakumbuh. Diharapkan melalui kegiatan ink kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah di lingkungannya semakin meningkat.
 
Turut hadir dalam sosialisasi dan advokasi itu Sekretaris Kecamatan Payakumbuh Utara, Desfitawarni, SSTP, Kabid Dinas Lingkungan Hidup selaku narasumber Yunimar, Lurah se Kecamatan Payakumbuh Utara, dan dua orang tokoh masyarakat dari masing-masing kelurahan. 
 
Yunimar menjelaskan, kalau pengelolaan sampah tidak bisa diserahkan kepada Pemerintah Daerah saja. Mesti melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam bentuk kegiatan pemilahan sampah. Sehingga sampah bukanlah suatu masalah, tetapi sampah dapat menjadi berkah.
 
"Best practise di daerah lain, hasil pengolahan sampah bisa dijadikan untuk pembayaran PBB dan iuran BPJS. Bahkan ada inovasi baru dilahirkan, tak sekedar membuang sampah pada tempatnya, namun mereka dapat mengolahnya," terangnya.
 
Ditambahkannya, kalau pemilahan sampah yang telah dilakukan oleh Pokja Pasar Berkat Kelurahan Kapalo Koto di balai bisa menjadi contoh dalam pengembangan inovasi pengelolaan sampah di masing-masing kelurahan.
 
"Mereka mengolah sampah organik menjadi kompos, bahkan bisa dijual. Untuk sampah anorganik diolah menjadi berbagai macam pernak-pernik yang bernilai jual," terangnya.
 
Sekretaris Camat, Desfitawarni, berharap dengan tersosialisasikannya perda tentang pengelolaan sampah ini kepada masyarakat, diharapkan para peserta yang hadir dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
 
"Kita berharap di masing-masing kelurahan melalui binaan lurah nanti muncul ide dan kreativitas baru dalam pengelolaan sampah, sehingga volume sampah yang terbuang sia-sia menjadi berkurang, malahan sampah bisa menjadi uang," harapnya.(IMA)

BACA JUGA