Senin, 29/04/2019 17:38 WIB

Lomba Baju Kurung Disparpora Agam, Tanjung Raya Raih Juara I

Kecamatan Raya meraih Juara I Lomba Baju Kurung, yang digelar Dinas pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Agam yang dirangkai dalam Jambore Kader PKK Berprestasi tingkat Kabupaten Agam tahun 2019, Senin (29/4/2019) sampai Selasa (30/4/2019), di Mifan Padang Panjang.

Kecamatan Raya meraih Juara I Lomba Baju Kurung, yang digelar Dinas pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Agam yang dirangkai dalam Jambore Kader PKK Berprestasi tingkat Kabupaten Agam tahun 2019, Senin (29/4/2019) sampai Selasa (30/4/2019), di Mifan Padang Panjang.

 

Agam, sumbarsatu.com-- Kecamatan Raya meraih Juara I Lomba Baju Kurung, yang digelar Dinas pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Agam yang dirangkai dalam Jambore Kader PKK Berprestasi tingkat Kabupaten Agam tahun 2019, Senin (29/4/2019) sampai Selasa (30/4/2019), di Mifan Padang Panjang.

Juara II direbut Kecamatan IV Koto. Juara III digondol Banuhampu. Juara Harapan I diraih Lubuk Basung, Juara Harapan II, diambil Ampek Angkek, dan Tilatang Kamang harus puas sebagai Juara Harapan III.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Erniwati mengatakan, baju kuruang basiba ciri khas pakaian wanita Minangkabau harus diperkenalkan dan dikembangkan di tengah-tengah masyarakat.

“Baru saja kita melihat keanggunan para bundo kanduang beserta puti bungsu dalam mengenakan baju kuruang basiba. Ini artinya, baju kuruang sebagai baju kebesaran orang Minangkabau sangat penting dilestarikan,” ujarnya.

Ia menilai, dewasa ini baju kuruang basiba nyaris dilupakan para puti bungsu, karena pengaruh dari perkembangan modernisasi yang mendewasa, sehingga nilai-nilai budaya habis tergerus.

“Lomba ini diharapkan menjadi pemicu bagi kader PKK untuk melestarikan kembali pakaian adat Minang,” ujarnya berharap.

Lomba itu diikuti 16 Bundo Kanduang dan Puti Bungsu perwakilan kecamatan yang ada di daerah itu.

Ketua PKK Kabupaten Agam, selaku Pembina Bundo Kanduang Agam, Ny. Vita Indra Catri, berharap, Lomba Baju Kuruang Basiba itu menjadi pendorong kaum wanita untuk berpakaian selayaknya wanita Minangkabau, dan mereka menjadi enggan untuk memakai pakaian ketat yang seharusnya bukan pakaiannya.

“Walaupun banyak ragam pakaian yang beredar tapi jangan sampai meninggalkan pakaian ciri khas budaya kita sendiri. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkelanjutan dari tahun ke tahun dan menjadi ikon di Kabupaten Agam,” ujarnya berharap.

Hadir pada kesempatan itu, para camat beserta Ketua TP-PKK Kecamatan se-Agam. (MSM)

 

BACA JUGA