Agam Miliki SMK Perikanan

Selasa, 15/12/2015 08:32 WIB
Siswa SMK Perikanan dan Kelautan,

Siswa SMK Perikanan dan Kelautan,

Agam, sumbarsatu.com—Keinginan warga Kecamatan Tanjung Mutiara,Kabupaten Agam, untuk memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dan Kelautan, akhirnya terwujud juga. SMK tersebut dikukuhkan sebagai SMK Negeri Nomor 1 Tanjung Mutiara,yang diresmikan Plh. Bupati Agam, H. Syafirman Aziz, SH, Senin (14/12/2015) dalam sebuah acara,ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Dalam sambutannya, Syafirman mengatakan SMK tersebut merupakan satu-satunya sekolah kejuruan dengan spesialisasi kelautan dan perikanan, dari 10 unit SMK di daerah itu.

Menurutnya, SMK Kelautan dan Perikanan sangat cocok berada di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara. Mengingat kecamatan itu merupakan satu-satunya yang memiliki laut, dengan mayoritas penduduknya hidup dari hasil melaut.

“Dengan adanya SMK Kelautan dan Perikanan, diharapkan putra-putri Kecamatan Tanjung Mutiara ke depan akan tampil sebagai ahli kelautan dan perikanan. Dengan demikian, nelayan di kecamatan ini memiliki keterampilan yang mumpuni, tidak lagi nelayan tradisional,” ujarnya.

Syafirman berharap para siswa bisa menyikapi perkembangan kemajuan zaman, sehingga bisa menjadi pelopor, dan menegakkan ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai moral pada generasi muda.

Wadan Lantamal II Padang, Kolonel Laut (POM) Widhy Sutejo, juga ikut menandatangani perjanjian kerja sama pihaknya dengan SMKN 1 Tanjung Mutiara. Ia mengatakan, kerja sama itu untuk meningkatkan dan mewujudkan tenaga profesional di bidang pelayaran, melalui pendidikan dan pelatihan oleh lembaga yang mendapat legalitas pemerintah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna memenuhi tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi, serta memenuhi persyaratan standar International Maritime Organisation (IMO).

"Melalui kerjasama ini kiranya SMKN 1 Tanjung Mutiara bisa menjadi early warning system dalam mencegah masuknya faham-faham ekstrim, dan pengaruh negatif lainnya, yang dapat melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," ujarnya.

Sementara Kepala SMKN 1 Tanjung Mutiara, Miftahudin mengatakan, di SMKN 1 Tanjung Mutiara ada dua kompetensi keahlian yaitu, kompetensi keahlian nautika kapal penangkap ikan, dan keahlian agribisnis budidaya perikanan.  Memasuki tahun kedua SMK ini memiliki sebanyak 168 siswa.

"Siswa tersebut terdiri dari kelas X jurusan nautika kapal penangkap ikan berjumlah sebanyak 43 siswa, kelas XI sebanyak 59 siswa, dan kelas X dengan jurusan budidaya perikanan sebanyak 20 siswa, kelas XI sebanyak 46 siswa," ujarnya.

Saat ini SMK dimaksud masih berada dalam keadaan serba kekurangan, baik di segi ketenagaan maupun infrastruktur.

Dari ketenagaan, saat ini baru memiliki 25 orang , terdiri dari 23 guru, dan dua orang pegawai. Tenaga yang berstatus hanya 2 orang, 5 orang CPNS, dan sisanya tenaga honorer yang menjadi tanggungan komite sekolah.

Di segi infastruktur, saat ini SMK itu baru memiliki 1 unit gedung kantor, terdiri dari ruang tata usaha dan ruang guru, sepuluh ruang belajar, dua laboratorium. Untuk peralatan praktek masih jauh dari cukup, meski secara bertahap telah diadakan melalui program dan kegiatan pemerintah daerah. (MSM)



BACA JUGA