Budayawan Ahmad Syubbanuddin Alwy Meninggal Dunia, Cirebon Kehilang Sosok Panutan

Selasa, 03/11/2015 05:41 WIB
Ahmad Syubbanuddin Alwy

Ahmad Syubbanuddin Alwy

Cirebon, sumbarsatu.com—Masyarakat dan dunia sastra Indonesia kembali berduka. Ahmad Syubbanuddin Alwy, sastrawan dan budayawan asal Cirebon, Jawa Barat, menghembuskan napas terakhir dalam perawatan medis di Rumah Sakit Sumber Waras Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (2/11/2015) sekitar pukul 20.45 WIB.

Tokoh panutan sekaligus guru para pegiat kebudayaan ini, berpulang kepangkuan sang Khaliq di usianya yang ke-53 tahun. Menurut sahabat dekatnya, Cheppy Iriawan dirinya menerima informasi berpulangnya Ahmad Syubbanuddin Alwy sekitar pukul 21.00 WIB. Cheppy langsung bergegas untuk langsung menuju ke umah Sakit Sumber Waras.

“Kami kehilangan sosok orang yang baik, sosok orang yang memiliki jasa besar untuk masyarakat kota maupun Kabupaten Cirebon,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon selularnya, Senin (2/11) seperti dilansir http://www.cirebontrust.com/.

Ahmad Syubbanuddin Alwy masuk ke Rumah Sakit Sumber Waras, Sabtu sore (1/11/2015), usai menghadiri sebuah acara seminar dalam rangkaian Gotrasawala di Grage Hotel Cirebon.

Almarhum Ahmad Syubbanuddin Alwy merupakan putra kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 26 Agustus 1962 silam. Almarhum cukup banyak berkiprah dalam dunia sastra dan budaya, yang telah menghasilkan banyak karya. Di antara karyanya berupa kumpulan “Bentangan Sunyi”, diluncurkan pada 1996. 

Ada Firasat

Wafatnya Ahmad Subhanudin Alwy, sempat adanya firasat yang dialami keluarganya. Firasat tersebut dialami ibunda dan adik nomor keempat dari keluarga almarhum.

Menurut penuturan ibunda almarhum, Hj. Aminah Abdussomad dirinya sempat mengalami mimpi didatangi oleh suaminya. Pada mimpi tersebut, suaminya memberikan pesan, yakni kepada keluarga supaya membersihkan rumah.

“Sebulan lebih mata saya kedutan, pada hari ini tiba-tiba kedutannya hilang. Saya juga mimpi didatangi abah. Abah bilang agar rumah dibersihkan. Tapi, saat ditanya untuk apa, abah tidak menjawab. Besoknya saya tanya ke anak saya, dia ngomong akan ada orang dekat yang meninggal,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan adik keempat dari almarhum, Amanatul khairiyah sekitar 2 hari sebelum meninggalnya almarhum, dirinya sempat bermimpi bertemu ayahnya, ayahnya tersebut memberikan segumpal tanah untuk disimpan, namun ketika ditanya untuk apa, ayahnya terdiam tidak menjawab.

“Sesudah mimpi itu, selang sehari poto saya sempat jatuh, benar firasat itu terjadi, kang Alwy meninggal,” pungkasnya. 

Dimakamkan Dekat Orangtua

Ahmad Subhanuddin Alwy rencananya akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, pada pukul 13.00 WIB siang, tepatnya ba’da dzuhur, Selasa (3/11/2015) hari ini.

Hal itu, dikatakan ibunda almarhum, Hj. Aminah Abdussomad jenazah akan dikebumikan sekitar besok siang. Karena menurutnya, untuk memberi kesempatan bagi para kerabat untuk melayat dan memberikan doa terakhir kepada almarhum.

“Kami sudah sepakat, almarhum akan dikebumikan di dekat ayahnya dan akan dikubur ba’da dzuhur,” pungkasnya.

Rumah duka almarhum Ahmad Subhanuddin Alwy, di Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, cukup banyak dikunjungi kerabat dan saudara serta sahabat karibnya. Suasana pun terlihat haru.

Dari beberapa pelayat yang datang, terlihat dari keluarga Keraton Kanoman, yang diwakili oleh Raja Ratu Arimbi beserta suami Cheppy Iriawan.

Menurutnya, almarhum adalah sosok yang menjadi panutan bagi keluarga keraton dan menjadi penasehat luar, terkait keilmuan sejarah, budaya dan kehidupan.

“Kami sangat kehilangan. Almarhum masih ada silsilah dengan Keraton. Dan kami pada waktu tahun 2010 memberikan penghargaan kepada beliau, berupa penghargaan kekerabatan yang memang patut yang diberikan penghargaan,” pungkasnya. (SSC)



BACA JUGA