Penduduk Chile keluar rumah
Chile, sumbarsatu.com—Chile diguncang gempa sejak Rabu (16/9/2015) malam waktu setempat. Seorang perempuan dilaporkan meninggal dan tiga lainnya mengalami luka serius.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kepolisian Nasional Chile, Oscar Llanten, seperti dilansir CNN, dan dikutip detik.com, Kamis (17/9/2015).
Tsunami dengan gelombang besar terlihat sepanjang pantai Chile, di dekat pusat gempa berkekuatan 8,3 skala richter. Data Pacific tsunami warning center menginformasikan di dekat Coquimbo, gelombang terukur 3,11 meter (10,2 kaki).
Menurut Wali Kota Coquimbo, Cristian Galleguillos, saat ini kota Coquimbo sudah mulai mengalami banjir dan 95 persen aliran listrik mati. Evakuasi warga terus dilakukan.
Serangkaian gempa susulan bisa dirasakan di ibukota negara itu hingga jarak 230 kilometer (145 mil) dari pusat gempa.
Gempat terjadi pada jam orang berangkat kerja. Akibatnya banyak kendaraan tertahan di jalan.
"Ada banyak orang takut, berjalan di jalan-jalan, ketika gempa itu dimulai," kata manager komunikasi darurat Chile for World Vision Fabrizio Guzman.
"Gempa bumi benar-benar intens dan berlangsung selama beberapa menit," lanjutnya.
Terasa Sampai ke Argentina
Gempa bumi berkekuatan 8,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Chile, juga terasa hingga ke Argentina. Warga di Buenos Aires, ibukota Argentina ikut panik ketika gedung-gedung di sekitarnya berguncang.
Seperti dilansir AFP, Kamis (17/9/2015), getaran gempa ini dirasakan di wilayah lain, termasuk Buenos Aires yang berjarak sekitar 1.400 kilometer dari pusat gempa. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, pusat gempa berada di lokasi berjarak 228 kilometer dari ibu kota Santiago, atau sekitar 54 kilometer dari kota di Illapel.
"Kami panik dan lantai tetap berguncang. Kami keluar ke lorong dan turun lewat tangga," tutur Celina Atrave (65) yang tinggal di lantai 25 apartemen di kawasan pusat kota Buenos Aires kepada AFP.
Media Argentina juga memberitakan getaran gempa yang terasa di sebagian wilayah Buenos Aires. Banyak warga yang melaporkan ikut merasakan getaran gempa yang berpusat di Chile ini.
Gempa 8,3 SR ini tidak hanya memicu peringatan tsunami untuk wilayah Chile dan Peru, melainkan juga di wilayah El Salvador, Amerika Tengah. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Hawaii memperkirakan gelombang tsunami juga akan mencapai wilayah French Polynesia, Hawaii dan California, serta Jepang dan Selandia Baru. Namun gelombang tsunami itu diperkirakan tidak terlalu besar dan tidak bersifat menghancurkan.
Otoritas pertahanan sipil Peru belakangan menyatakan, peringatan tsunami untuk wilayahnya telah dicabut. Namun warga setempat, terutama yang tinggal di kota Ilo, dekat perbatasan Chile merasa ketakutan dan tetap berada di luar rumah, serta mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.
Chile yang terletak di kawasan rawan gempa atau biasa disebut 'Cincin Api' tergolong sering dilanda gempa besar. Pada April 2014 lalu, gempa 8,2 SR mengguncang Chile bagian utara dan menewaskan 6 orang serta memaksa 1 juta orang mengungsi. Sedangkan pada 27 Februari 2010 lalu, wilayah Maule, Chile diguncang gempa berkekuatan 8,8 SR yang menewaskan lebih dari 500 orang. (SSC)