Buah Kemiri
Agam,sumbarsatu.com—Prospek tanaman kemiri ternyata sangat bagus, ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Agam, Ir. Yulnasri, MM, didampingi Kabid Kehutanan, Ir. Afniwirman, Kamis (20/8/2015) di ruang kerjanya.
Di daerah itu, kemiri baru diolah Kelompok Tani Wanita (KWT) Sejahtera. KWT yang bermarkas di Koto Tinggi, Ampek Koto Palembayan itu baru mampu mengolah kemiri sebatas mengupas cangkangnya (tempurungnya).
“Kemiri yang sudah dilepas dari cangkangnya bernilai jual tinggi,” ujarnya.
Isi kemiri yang sudah dikupas dari cangkangnya dibeli pedagang antara Rp22.000 sampai Rp25.000/kg. Bila dalam keadaan utuh, dalam artian tidak pecah nilai jualnya Rp25.000/kg. Bila pecah Rp 22.000/kg.
Membuka cangkang agar isi kemiri utuh, membutuhkan keterampilan. Buah kemiri ikeringkan dengan dijemur di terik matahari. Kemudian didinginkan dalam alat pendingin (freezer). Baru kemudian dipukul dengan alat khusus.
“Kami sudah membantu kelompok tani wanita itu dengan 16 unit alat pendingin. Namun alat pengering belum ada, sehingga perajin kemiri kesulitan pada musim hujan,” ujarnya.
Dengan menggunakan peralatan sederhana, 17 anngota KWT Sejahtera mampu mengolah sekitar 7.600 kg kemiri/bulan. Bila cuaca bagus, perajin tersebut kekurangan buah kemiri untuk diolah, maka terpaksa membeli dari petani lainnya.
Harga 1 kg kemiri belum dikupas dari cangkangnya sekitar Rp5.000/kg. untuk memperoleh 1 kg isi buah kemiri, dibutuhkan 3 kemiri pakai cangkang.
Mengingat semakin meningkatnya kemampuan perajin mengolah kemiri, pihak Dinas Hutbun Agam berencana mengembangkan tanaman tersebut. Direncanakan, tahun anggaran 2016, akan dibuka 25 ha kebun kemiri di Koto Tinggi, Palembayan.
“Sebenarnya tahun ini ada paket bantuan Pusat, namun kita belum siap dengan rancangan teknis program. Untuk tahun 2016,kita sudah siapkan rancangan teknisnya,” ujarnya pula. (SSC)
Laporan Sutan Junir