OLEH Wiztian Yoetri--Wartawan Senior
ADA tantangan baru bagi pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) di Kota Pariaman agar dalam aktivitasnya tidak hanya menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat adat, tetapi juga menciptakan harmonisasi.
Harapan sekaligus tantangan itu disampaikan Wali Kota Pariaman Yota Balad, S.Stp., M.M., dalam acara pengukuhan (Pati Ambalau) Pengurus Kerapatan Adat Nagari IV Koto Sungai Rotan Periode 2025–2030, Sabtu (5/9), di halaman Kantor Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pariaman Selatan.
Menurut Yota, pengukuhan pengurus KAN bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan sesuatu yang penting guna memperkuat peranan pemangku adat dalam menjaga nilai-nilai adat istiadat, dan lebih luas lagi kebudayaan Minangkabau.
"Peran lembaga adat semakin penting di tengah perkembangan zaman dan era teknologi yang kian berkembang, sebagai benteng pertahanan masyarakat dari pengaruh negatif," ujar Wali Kota.
Diharapkan kehadiran lembaga Kerapatan Nagari menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Pariaman dalam menciptakan kehidupan sosial masyarakat yang dinamis menuju harmonisasi.
Pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan yang baru diharapkan juga mampu merangkul semua elemen masyarakat guna ikut melestarikan kembali nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Demikian poin-poin penting yang menjadi harapan Wali Kota Yota Balad.
Ketua KAN IV Koto Sungai Rotan terpilih, Baharudin TK. Bagindo, beserta seluruh pengurus sebelumnya dikukuhkan Wakil Ketua LKAAM Kota Pariaman Asfar Tanjung Rangkayo Rajo Bugih.
Dalam sambutannya, Baharudin TK. Bagindo mengungkapkan komitmennya untuk menjaga amanah. Bersama pengurus terpilih, ia menyatakan siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota dalam mewujudkan Kota Pariaman yang lebih baik dan terukur menuju kota adat istiadat.
Usai acara peresmian pengukuhan, menjawab pertanyaan media, Penjabat Camat Pariaman Timur Ahmad Syaukani, S.Ag., berharap pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan yang baru berbuat terbaik untuk kepentingan nagari.
"Mari kita bersama saciok bak ayam, sadanciang bak basi, untuk mewujudkan Sungai Rotan Nagari yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur," tukas Ahmad Syaukani, putra tokoh ulama dan salah seorang pejuang, pendiri Kota Pariaman, almarhum Haji Khairuman Isa.*