-
Jakarta, sumbarsatu.com – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terus mengalami penurunan.
Survei nasional terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas masyarakat kini menilai pelaksanaan program tersebut belum memuaskan.
Survei yang dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 itu memperlihatkan 61,6 persen responden menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaan MBG. Sebaliknya, hanya 33,8 persen yang mengaku puas, sementara 4,6 persen lainnya tidak menjawab atau tidak mengetahui.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan bahwa tingkat pengenalan masyarakat terhadap program MBG sangat tinggi. Sebanyak 95,4 persen responden mengaku mengetahui program tersebut, sedangkan hanya 4,6 persen yang belum mengenalnya.
"Dari masyarakat yang mengetahui program MBG, hanya 6,2 persen yang menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaannya dan 27,6 persen cukup puas. Di sisi lain, 31 persen menyatakan kurang puas dan 30,6 persen menyatakan tidak puas sama sekali," kata Deni dalam pemaparan hasil survei kepada pers kemarin.
Hasil survei juga memperlihatkan tren penurunan kepuasan yang cukup tajam sejak program tersebut mulai dijalankan. Pada survei November 2025, tingkat kepuasan masyarakat masih mencapai 62,5 persen. Angka itu kemudian turun menjadi 53,1 persen pada survei Februari–Maret 2026, dan kembali merosot menjadi 33,8 persen pada Juli 2026.
Sebaliknya, kelompok masyarakat yang menyatakan kurang puas atau tidak puas terus meningkat. Pada November 2025, proporsinya masih 33,9 persen, kemudian naik menjadi 44,6 persen pada Februari–Maret 2026, dan melonjak menjadi 61,6 persen pada Juli 2026.
Dengan demikian, dalam kurun sekitar sembilan bulan terjadi penurunan tingkat kepuasan sebesar 28,7 poin persentase, dari 62,5 persen menjadi 33,8 persen. Pada saat yang sama, tingkat ketidakpuasan meningkat 27,7 poin persentase, dari 33,9 persen menjadi 61,6 persen.
Survei SMRC juga menunjukkan bahwa meskipun hampir seluruh masyarakat telah mengetahui keberadaan Program MBG, tingginya tingkat pengenalan tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat kepuasan terhadap implementasinya. Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan utama program bukan lagi pada aspek sosialisasi, melainkan pada kualitas pelaksanaan di lapangan.
Survei nasional SMRC dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 terhadap responden yang mewakili populasi pemilih nasional. Hasilnya menggambarkan persepsi publik terhadap berbagai isu nasional, termasuk evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.ssc/mn