sel
Simpang Ampek, sumbarsatu.com — Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat menggelar bedah buku Cerita Ada Danau Biru dalam Matanya sekaligus meluncurkan Program Selasih (Selasih Project) di Barra Cafe, Batang Toman, Simpang Ampek, Pasaman Barat, Sabtu (10/1/2026).
Buku yang diterbitkan Denta Publisher pada 2025 itu merupakan karya bersama 22 penulis peserta Selasih Writing Camp (SWC), kelas menulis yang digagas FPL Pasaman Barat. Seluruh cerita dalam buku ini mengangkat tema perempuan, dengan latar pengalaman dan sudut pandang yang beragam.
Para penulisnya berasal dari rentang usia luas, mulai 14 tahun hingga lebih dari 50 tahun, sebagian besar merupakan penulis pemula yang baru pertama kali menerbitkan karya.
Bedah buku menghadirkan dua pembedah, yakni Umi Yunesli, Ketua Yayasan Ainur Rahmah Pasaman Barat, serta Yani Sestria, penulis dan pegiat literasi. Diskusi dipandu Ketua FPL Pasaman Barat, Denni Meilizon.
Dalam paparannya, Umi Yunesli membagikan refleksi pembacaan atas cerita-cerita dalam buku tersebut, yang ia kaitkan dengan pengalaman personal sebagai ibu sekaligus pengelola lembaga pendidikan.
Ia mengapresiasi keberanian para penulis dalam mengangkat pengalaman perempuan dan menekankan pentingnya kesabaran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Umi juga menyatakan ketertarikannya untuk terlibat lebih jauh dalam kegiatan literasi, termasuk mendorong partisipasi keluarga besar yayasan yang dipimpinnya.
Sementara itu, Yani Sestria mengulas buku secara tekstual dengan membedah sejumlah cerpen dan puisi, serta menyoroti kalimat-kalimat kuat yang merefleksikan pengalaman dan pergulatan perempuan.
Ia mengapresiasi FPL Pasaman Barat yang konsisten menyediakan ruang belajar dan bertumbuh bagi penulis, khususnya penulis pemula.
Acara juga diisi pembacaan karya oleh peserta. Budi Santoso membacakan cerpen karyanya, Seri Yanti membacakan puisi karya Fatin Nur Assyifa—pemenang ketiga Lomba Menulis Puisi SWC—disusul Endang Dwi Banowati yang membacakan puisi karya Sutardji Calzoum Bachri, serta Ayurni Hayati yang membacakan cerpen karyanya sendiri. Sejumlah peserta lain turut menyampaikan kesan atas terbitnya buku tersebut.
Luncurkan Program Selasih
Sebelum bedah buku, Denni Meilizon secara resmi meluncurkan Program Selasih atau Selasih Project sebagai program induk sekaligus penanda pembaruan (new branding) FPL Pasaman Barat.
Program ini menaungi empat bidang utama, yakni Sekolah Literasi melalui Selasih Writing Camp (SWC), Apresiasi Sastra, Penelitian–Publikasi–Diskusi dan Kajian Humaniora, serta Majalah Selasih.
Untuk mendukung pelaksanaan program, FPL membentuk tim kerja. Endang Dwi Banowati ditunjuk sebagai Direktur Program. Asda Tan dan Sriyanti menjadi penanggung jawab Sekolah Literasi (SWC). Yani Sestria dan Putri Ningsih menangani Apresiasi Sastra. Nosrisna dan Desma Enim bertanggung jawab pada bidang Penelitian, Publikasi, Diskusi, dan Kajian Humaniora. Sementara Imawan Azhari dipercaya sebagai penanggung jawab redaksi Majalah Selasih.
Kegiatan ini turut dihadiri budayawan dan dosen FIB Unand, Koko Sudarmoko, mahasiswa KKN Universitas Andalas di Nagari Aua Kuning, perwakilan IMM Cabang Pasaman Barat, serta PD Salimah Pasaman Barat.
Buku Ada Danau Biru dalam Matanya saat ini tersedia dan dapat diperoleh melalui akun Instagram FPL Pasaman Barat dengan harga Rp80.000. ssc/rel