Pembunuhan Sadis Pensiunan Guru, Pelaku Masih Berkeliaran

Senin, 22/12/2025 12:26 WIB

Lima Puluh Kota, sumbasatu.com— Pembunuhan terhadap pensiunan guru berinisial LI (61) di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Sebab hingga kini, pelaku masih diburu, sementara kepolisian belum mengungkap identitas maupun motif di balik aksi kekerasan tersebut. Pelaku masih berkeliaran.

Kapolres Lima Puluh Kota AKBP Syaiful Wachid, SH, SIK, memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kasus yang dinilai sebagai tindak pidana berat dan mengancam rasa aman warga.

“Masih penyelidikan. Mohon doa, ya,” kata Syaiful saat dihubungi, Senin (22/12/2025).

Meski belum membeberkan detail teknis penyelidikan, Syaiful menegaskan aparat akan bekerja maksimal untuk mengungkap pelaku dan motif pembunuhan tersebut. Ia menyebut seluruh potensi dan sumber daya penyelidikan telah dikerahkan.

“Penyelidik sedang melakukan serangkaian upaya. Semua kemungkinan sudah dan sedang didalami. Kami pastikan all out untuk mengungkap perkara ini,” ujarnya.

Korban ditemukan tewas pada Jumat (19/12/2025) pagi di halaman rumahnya, dalam kondisi mengenaskan. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, korban diduga menjadi sasaran tindak kekerasan saat berada seorang diri di rumah pada waktu subuh, situasi yang dinilai rawan dan menunjukkan keberanian pelaku dalam beraksi.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 04.20 WIB ketika suami korban, YZ (62), meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat subuh. Sekitar satu jam kemudian, saat kembali ke rumah, YZ mendapati aliran listrik dalam kondisi terputus. Setelah listrik dinyalakan, seorang saksi bernama Risnal menemukan korban telah tergeletak di halaman rumah dengan mengenakan mukena berwarna ungu dan tidak lagi bergerak.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya ke Polsek Guguak. Aparat kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mukena korban, tisu berlumuran darah, satu anting emas, serta tas sandang berisi uang tunai dan obat-obatan.

Pemeriksaan medis awal menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan. Dokter Yobi dari Puskesmas Padang Kandis menemukan luka terbuka yang diduga akibat hantaman benda tajam di bagian dahi, dagu, telinga, dan bibir korban, serta luka memar di bagian dada dan kedua tangan.

Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kekerasan serius sebelum korban meninggal dunia. Hingga kini, polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi dan menelusuri jejak pelaku.

Kasus ini menambah daftar tindak kriminal berat yang terjadi di lingkungan permukiman warga dan menuntut pengungkapan cepat demi memulihkan rasa aman masyarakat. Kepolisian didesak untuk segera mengungkap pelaku dan motif pembunuhan agar tidak menimbulkan spekulasi dan ketakutan berkepanjangan di tengah warga. ssc/rel



BACA JUGA