Padang, sumbarsatu.com – Sembilan kelompok musik dari enam provinsi akan tampil pada Sumatera Riseperformance Art Festival yang digelar di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) pada 18–20 November 2025.
Festival bertema Kebangkitan Seni Pertunjukan Sumatera ini ditaja oleh Departemen Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) FBS UNP. Tujuannya adalah kembali menggelorakan seni pertunjukan, khususnya musik, di Sumatera dan Indonesia pada umumnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Ardipal, M.Pd., mengatakan festival ini juga digelar dalam rangka memeriahkan Dies Natalis UNP ke-71 dan ulang tahun ke-47 Departemen Sendratasik.
“Selain itu, kegiatan ini merupakan perwujudan kepedulian dan peran aktif perguruan tinggi—dalam hal ini UNP—terhadap keberagaman, kemajemukan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya, Senin (22/9) di FBS UNP.
Ardipal menambahkan, dengan tema kebangkitan seni pertunjukan Sumatera, diharapkan kegiatan ini memberi dampak positif bagi perkembangan seni pertunjukan, baik di UNP maupun di Sumatera Barat.
“Sendratasik FBS UNP berkomitmen menjadi pusat pengembangan seni pertunjukan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga sebagai motor penggerak kebudayaan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah Sumatera Riseperformance Art Festival, Drs. Wimbrayardi, M.Sn., menjelaskan sembilan kelompok musik peserta berasal dari enam perguruan tinggi dan sanggar seni, yakni Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UIKI), Universitas Almuslim Bireun, dan Sanggar Meuligo Jeumpa (Aceh), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed) (Sumatera Utara), Universitas Islam Riau (Riau), Universitas Jambi, Universitas Lampung, dan Universitas Negeri Padang (UNP) sebagai tuan rumah
“Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, praktisi, dan pegiat seni untuk bertukar gagasan serta menampilkan karya terbaik yang lahir dari kearifan lokal Sumatera. Seni pertunjukan memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya dan membangun kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai tradisi,” ungkap Wimbrayardi.
Ia menambahkan, selain pertunjukan musik, festival ini juga diisi dengan diskusi dan lokakarya seni pertunjukan yang diharapkan melahirkan inovasi baru tanpa meninggalkan akar tradisi. ssc/rel