Agam, sumbarsatu.com- Warga Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Agam, resah dan komplain.
Penyebabnya, perairan Batang Antokan tercemar diduga akibat pembuangan llimbah cair PT Bukit Sawit Semesta (BSS) di Pasar Durian Manggopoh.
Menurut warga, kondisi demikian sudah berlangsung lama dan terjadi berulang kali. Karena beberapa waktu belakangan persoalan kebocoran limbah pabrik pengolahan kelapa sawit itu, menjadi kasus hangat di tengah masyarakat. Namun hingga kini proses penyelesaiannya masih tak jelas.
Mencuatnya kasus terkini dugaan pencemaran aliran sungai Batang Antokan yang berasal dari pembuangan limbah pabrik PT BSS muncul di laman media sosial yang diposting Aznil Fajri, Jumat (23/7/2021) dini hari tadi.
Aznil Fajri menyebutkan, kegelisahan warga akibat pembuangan limbah cair pabrik sawit ke aliran Barang Antokan telah terjadi berulang kali. Berdasarkan keterangan warga setempat, pembuangan limbah itu berlangsung kira-kira pukul 01.00 dini hari sampai pukul 03.00.
Aznil Fajri juga mengkhawatirkan limbah itu akan berdampak mencemari sungai, termasuk membahayakan ikan larangan masyarakat, serta mengotori air yang menjadi konsumsi harian warga setempat.
Informasi di media sosial itu langsung viral di tengah masyarakat. Bahkan Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam langsung turun ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan lanjutan dari masyarakat setempat. Beberapa tokoh masyarakat dan LSM kembali bereaksi.
Kepala DLH Agam, Ir. Jeftson, M.Si, waktu dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya laporan terkait limbah pabrik PT BSS yang masuk ke aliran Batang Antokan.
Menurutnya, pihaknya sudah menurunkan tim investigasi ke lapangan, untuk mendata dan menghimpun keterangan terkait dengan laporan dan viral di media sosial yang dilansir masyarakat tersebut,
“Kita akan jelaskan nanti setelah tim turun ke lapangan,“ ujar Jeftson.
Ia menegaskan, jika hal itu benar dan hasil temuan tim investigasi menemukan adanya indikasi pelanggaran, pihaknya takkan segan-segan untuk memroses kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
LSM penggiat masalah lingkungan sudah berkali-kali melaporkan kasus dugaan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan PT BSS.
Ketua LSM Lembaga Koordinasi Pemuda Masyarakat Minang (LKPMM), Ir. Suardi M, menyebutkan, pihaknya juga baru mendapat laporan adanya kasus terbaru terkait masalah limbah tersebut.
Pihaknya akan menelusuri kasus itu ke lapangan, dan diharapkan ada langkah-langkah penanganan tuntas terkait dengan masalah limbah dan pencemaran yang terjadi.
“Ini sudah beberapa kali terjadi, mestinya sudah ada solusi yang tepat dan tuntas, “ ujarnya. (MSM)