Mahasiswa Unand Sulthan Daffa Juara I Sayembara Menulis Indonesia-Tiongkok

DIUNDANG KE BEIJING

Selasa, 18/08/2026 14:39 WIB
Saat peluncuran buku Indonesia-Tiongkok, Siapa Melakukan Apa?, dari kiri: Ayu Prawitasari, Sulthan Daffa Alzana, Al Busyra Basnur (Ketua Umum PPIT), dan Djauhari Oratmangun (Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merangkap Mongolia).dok kbri

Saat peluncuran buku Indonesia-Tiongkok, Siapa Melakukan Apa?, dari kiri: Ayu Prawitasari, Sulthan Daffa Alzana, Al Busyra Basnur (Ketua Umum PPIT), dan Djauhari Oratmangun (Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merangkap Mongolia).dok kbri

Beijing, sumbarsatu.com — Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Padang, Sulthan Daffa Alzana, meraih juara pertama Sayembara Menulis 2026 yang mengangkat tema hubungan Indonesia-Tiongkok. Ia memenangkan sayembara melalui karya berjudul “Bertanilah Sampai ke Negeri Cina”.

Sayembara Menulis digelar dalam rangka memperingati 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, dan Indonesia-China Partnership Institute (ICPI)–President University.

Sulthan yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (Himasekta) Universitas Andalas periode 2024–2025, menjadi salah satu penulis yang mendapat kesempatan hadir langsung di Beijing dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Senin (17/8/2026).

Kehadiran Sulthan di Beijing sekaligus menjadi bagian dari peluncuran buku Indonesia-Tiongkok, Siapa Melakukan Apa?, yang memuat 30 tulisan terbaik hasil Sayembara Menulis 2026.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Al Busyra Basnur mengatakan sayembara tersebut mendapat respons besar dari masyarakat Indonesia. Sebanyak 727 karya tulisan masuk dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Sebanyak 727 karya tulisan telah masuk dari seluruh nusantara dengan cerita-cerita luar biasa tentang 76 tahun persahabatan Indonesia-Tiongkok,” kata Al Busyra.

Dari ratusan karya tersebut, panitia memilih 30 tulisan terbaik untuk diterbitkan dalam buku setebal sekitar 400 halaman. Buku tersebut diluncurkan secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun bersama Al Busyra Basnur seusai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di KBRI Beijing.

Peluncuran dihadiri ratusan masyarakat Indonesia yang berada di Tiongkok, warga Indonesia yang datang langsung dari Tanah Air, sejumlah undangan, serta keluarga besar KBRI Beijing.

Gagasan Mahasiswa Pertanian

Karya Sulthan, “Bertanilah Sampai ke Negeri Cina”, menjadi salah satu tulisan yang menonjol dalam sayembara tersebut. Latar belakangnya sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Unand memberikan perspektif tersendiri dalam melihat hubungan Indonesia-Tiongkok, khususnya dari sektor pertanian dan potensi kerja sama kedua negara.

Peserta berasal dari beragam profesi dan latar belakang sehingga karya yang masuk menghadirkan perspektif yang beragam mengenai hubungan Indonesia dan Tiongkok.

Pemenang utama lainnya adalah Ayu Prawitasari, wartawan, redaktur, dan penulis esai di Harian Solopos. Ayu juga hadir di Beijing bersama Sulthan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan peluncuran buku.

Editor buku Indonesia-Tiongkok, Siapa Melakukan Apa? adalah Al Busyra Basnur dan Taufan Teguh Akbari.

Hubungan yang Semakin Luas

Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dalam sambutannya mengatakan buku tersebut penting dibaca karena memuat berbagai pemikiran penulis Indonesia tentang Indonesia dan Tiongkok serta gagasan untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Hubungan Indonesia-Tiongkok sendiri terus berkembang dalam berbagai bidang, mulai dari perdagangan dan investasi hingga pendidikan, teknologi, dan ekonomi digital.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada Januari–Maret 2026, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok mencapai US$16,50 miliar, menjadikannya pasar ekspor nonmigas terbesar Indonesia pada periode tersebut.

Dari sisi impor, Tiongkok juga merupakan sumber utama barang impor nonmigas Indonesia. Pada Januari–Februari 2026, nilai impor nonmigas Indonesia dari Tiongkok mencapai US$15,68 miliar.

Kerja sama kedua negara juga memasuki ranah pembayaran digital. Bank Indonesia mencatat konektivitas QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok diluncurkan pada 30 April 2026, sebagai bagian dari penguatan konektivitas pembayaran lintas negara.

Data tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Tiongkok telah berkembang jauh melampaui hubungan diplomatik antarpemerintah. Hubungan tersebut juga melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, mahasiswa, media, komunitas, serta masyarakat kedua negara.

Dalam konteks itulah, karya Sulthan “Bertanilah Sampai ke Negeri Cina” menjadi salah satu suara dari generasi muda Indonesia yang melihat hubungan kedua negara dari perspektif yang dekat dengan bidang yang ditekuninya.

Akan Diterbitkan dalam Bahasa Mandarin

Al Busyra Basnur mengatakan buku Indonesia-Tiongkok, Siapa Melakukan Apa? akan segera diterbitkan dalam bahasa Mandarin. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan gagasan para penulis Indonesia kepada masyarakat Tiongkok.

“Buku itu akan diterbitkan segera ke dalam bahasa Mandarin dan akan didiskusikan secara luas, baik di Indonesia maupun Tiongkok,” kata Al Busyra. 

Diskusi buku untuk pertama kali dijadwalkan berlangsung di LSPR Institute of Communication and Business pada 7 September 2026. Selanjutnya, diskusi akan digelar di berbagai perguruan tinggi dan lembaga di sejumlah daerah di Indonesia dan Tiongkok.

Bagi Sulthan, capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi pribadi sebagai mahasiswa Universitas Andalas, tetapi juga menunjukkan bahwa gagasan tentang hubungan Indonesia-Tiongkok dapat lahir dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan generasi muda.

Dari 727 karya yang datang dari seluruh Nusantara, tulisan mahasiswa Fakultas Pertanian Unand itu akhirnya terpilih sebagai juara pertama dan menjadi bagian dari 30 tulisan terbaik yang dibukukan serta diperkenalkan di Beijing pada momentum peringatan kemerdekaan Indonesia. ssc/mn/rel



BACA JUGA