Sabtu, 14/03/2026 22:14 WIB

Masjid Ali Mukhni, Warisan Monumental dari Kepemimpinan Padang Pariaman

MAS

MAS

 

OLEH Wiztian Yoetri — Wartawan Senior

Ada kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. Melalui Surat Keputusan Nomor 64 tertanggal 6 Februari 2026, Bupati John Kenedy Azis menetapkan nama masjid yang berada di kompleks Kantor Bupati Padang Pariaman sebagai Masjid Ali Mukhni.

Masjid permanen dengan kapasitas sekitar 3.000 jemaah tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Ali Mukhni. Pembangunan fisiknya dimulai pada tahun 2015 dan berlangsung hingga 2019, dengan total anggaran sekitar Rp56 miliar. Masjid ini berdiri megah di kawasan Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang dan menjadi salah satu fasilitas keagamaan penting bagi aparatur pemerintah daerah serta masyarakat sekitar.

Penetapan nama Ali Mukhni pada masjid tersebut dilakukan setelah Bupati John Kenedy Azis mempertimbangkan berbagai aspek sejarah dan kontribusi pembangunan.

“Masjid yang berfungsi sebagai pusat peribadatan dan kegiatan keagamaan di lingkungan pemerintah daerah serta masyarakat ibu kota kabupaten ini merupakan warisan kepemimpinan Bupati Ali Mukhni. Karena itu, sebagai bentuk penghargaan, kami menganugerahkan nama beliau pada masjid ini. Sekaligus untuk mengenang karya monumental serta pengabdian beliau di bidang spiritual,” ujar John Kenedy Azis.

Keputusan tersebut juga mendapat sambutan positif dari Ketua DPRD Padang Pariaman, Afrinaldi. Ia menilai pemberian nama Masjid Ali Mukhni bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi juga menjadi cerminan kesinambungan kepemimpinan di daerah.

Menurut Afrinaldi, langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak melupakan jasa dan karya pemimpin sebelumnya. Ia bahkan menyebut keputusan itu sebagai bentuk keteladanan seorang pemimpin yang menghargai sejarah pembangunan daerah.

“Selain menjadi kebanggaan bagi daerah, penamaan ini menunjukkan kesinambungan pemerintahan yang terjalin dengan baik. Kami memberikan apresiasi kepada Bupati JKA yang tidak mengabaikan karya pendahulunya, bahkan memberikan penghormatan yang luar biasa,” katanya.

Hal senada disampaikan konsultan senior Sumatera Barat, Zulkarnain BAE. Ia menyambut gembira keputusan penamaan masjid tersebut karena dinilai sebagai bentuk penghargaan terhadap sosok Ali Mukhni yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan kehidupan keagamaan di Padang Pariaman.

Menurut Zulkarnain, gagasan pembangunan masjid ini sejak awal memang dirancang bukan hanya sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan kawasan religius dan sosial masyarakat. Hal itu pernah terlihat dari penyelenggaraan Festival Maulid Nabi Muhammad yang digelar di kawasan tersebut.

Masjid yang dibangun megah ini juga memiliki posisi strategis. Lokasinya berada di jalur rencana pembangunan jalan lingkar Buayan–Sicincin yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran jalan lingkar tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan Pasar Lubuk Alung dan Sicincin, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.

Zulkarnain mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, Ali Mukhni pernah menyampaikan harapan besar terhadap fungsi masjid tersebut.

“Menurut almarhum Ali Mukhni, jika jalan lingkar ini selesai, masjid ini akan banyak disinggahi orang dalam perjalanan untuk salat dan beristirahat. Kawasan ini juga diharapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Padang Pariaman,” ujar Zulkarnain.

Sebagai tokoh yang juga terlibat dalam pengembangan kawasan pendidikan Tarok City, Zulkarnain berharap sikap Bupati John Kenedy Azis yang menghargai karya pendahulunya dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan Padang Pariaman yang berkelanjutan.

Menurutnya, kepemimpinan yang menghargai kesinambungan sejarah pembangunan akan menjadi modal penting bagi daerah untuk terus berkembang.

“Pak JKA adalah figur nasional yang bersedia pulang kampung untuk memimpin Padang Pariaman. Ini tentu harus kita dukung bersama agar daerah ini semakin menggeliat dan berkembang pesat,” ujar Zulkarnain.

Penamaan Masjid Ali Mukhni tidak hanya menjadi penghormatan terhadap seorang pemimpin daerah, tetapi juga menjadi penanda sejarah pembangunan spiritual dan sosial di Padang Pariaman—sebuah warisan monumental yang diharapkan terus memberi manfaat bagi masyarakat.*

BACA JUGA