Batu Busuk, sumbarsatu.com — Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melaksanakan aksi kolaboratif kemanusiaan di wilayah terdampak bencana Batu Busuk, Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.
Mahasiswa Kukerta Tanggap Darurat Kebencanaan Universitas Riau (UNRI) bersama mahasiswa KKN Universitas Andalas (UNAND), Universitas Bengkulu (UNIB), serta Institut Teknologi Bandung (ITB) turun langsung membantu proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan 15 mahasiswa UNRI, 26 mahasiswa UNAND, dan 11 mahasiswa UNIB. Sejak pagi hingga siang hari, mahasiswa bersama warga bergotong royong melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan. Meski hujan kembali turun pada sore hari, semangat mahasiswa dan masyarakat tetap terjaga hingga seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan sesuai rencana.
Fokus utama kegiatan adalah pembangunan hunian sementara sehat dan layak (HUNSELA) bagi warga terdampak. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis.
Sejumlah mahasiswa mengaku yang sebelumnya tidak memahami proses pembangunan rumah, kini mulai menguasai dasar-dasar pembangunan hunian sementara melalui praktik langsung bersama warga.
Selain pembangunan hunian, mahasiswa turut membersihkan lingkungan dari batu, lumpur, dan material sisa bencana yang menghambat akses warga. Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, mahasiswi melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak melalui permainan dan aktivitas edukatif. Interaksi tersebut memberi gambaran langsung tentang kondisi psikologis masyarakat terdampak, sekaligus menumbuhkan empati dan kesadaran sosial di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa juga terlibat aktif dalam pengelolaan dapur umum bersama ibu-ibu setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menyiapkan dan mengolah makanan untuk kebutuhan warga dan relawan, sekaligus mengasah nilai kerja sama, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Kontribusi lain datang dari mahasiswa ITB melalui pemanfaatan listrik tenaga surya. Sistem panel surya dipasang untuk menyediakan penerangan sementara dan mendukung kebutuhan listrik dasar warga di lokasi terdampak.
Salah seorang warga Batu Busuk menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa.
“Dalam bencana ini tetap ada rahmat Tuhan. Ada bantuan dari ITB untuk menghidupkan listrik, dari Teknik Sipil Unand untuk merancang hunian, serta donasi dari alumni, perorangan, dan pihak swasta. Kehadiran adik-adik mahasiswa hari ini menjadi rasa syukur yang besar bagi kami,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Sosmiarti, SE, M.Si, menyatakan bahwa kegiatan kolaboratif ini memberikan dampak ganda.
“Selain membantu masyarakat secara langsung, kegiatan ini menjadi proses pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Mereka belajar empati, keterampilan hidup, serta mensyukuri apa yang dimiliki melalui pengalaman langsung di lapangan,” jelasnya.
Kegiatan ditutup saat hujan kembali turun dan debit air sungai meningkat, sehingga mahasiswa harus menghentikan aktivitas lapangan sementara dan kembali ke asrama.
Meski demikian, kolaborasi mahasiswa UNRI, Unand, UNIB, dan ITB diharapkan memberi dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat Batu Busuk serta menumbuhkan kepedulian sosial dan kesiapsiagaan bencana di kalangan mahasiswa. ssc/rel