Padang Panjang, sumbarsatu.com— Festival MenTari bersama Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya menggelar Workshop Extended Body di Auditorium ISI Padang Panjang pada 12 November 2025.
Kegiatan ini menjadi ruang eksplorasi bagi praktisi, mahasiswa, dan peneliti tari untuk memahami konsep “Extended Body”, sebuah pendekatan kontemporer yang menyoroti perluasan tubuh, ruang, serta interaksi manusia dengan teknologi.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, mengatakan bahwa melalui MTN Seni Budaya, kementerian berupaya melahirkan talenta yang berangkat dari identitas budaya daerah.
“Sumatra Barat memiliki tradisi seni pertunjukan yang kuat. Kolaborasi dengan Festival MenTari mempertemukan program nasional dengan ekosistem seni lokal,” ujarnya.
Workshop yang merupakan bagian dari program MTN AsahBakat ini menghadirkan dua pemateri: Hartati dan Davit Fitrik. Keduanya memberikan pendalaman konsep tubuh, kesadaran gerak, serta praktik improvisasi. Sebanyak 40 peserta dari SMA, komunitas seni, dan perguruan tinggi mengikuti workshop dalam dua sesi, pagi dan sore.
Davit menilai program ini penting untuk menumbuhkan tanggung jawab artistik para seniman muda. “Menari bukan hanya soal bentuk, tetapi juga pemahaman terhadap tubuh dan proses kreatif di balik gerak,” kata Davit Fitrik.
Senada dengan Hartati, Founder Yayasan Seni Tari Indonesia sekaligus pemateri MTN AsahBakat Workshop Extended Body memandang pentingnya program ini untuk melihat potensi yang ada di daerah atau komunitas, sekaligus menjadi pengalaman baru bagi para talenta seni tari untuk memahami kemungkinan-kemungkinan yang dapat dikembangkan ke depan dalam dunia seni tari.
“MTN AsahBakat Sangat penting untuk ekosistem seni tari di Indonesia, apalagi Workshop Extended Body, dapat memperkaya keterampilan tubuh penari atau calon-calon kreator tari. Jadi, dengan beragam narasumber yang ditemui sangat berguna untuk vocabulary tubuh mereka sebagai seniman tari,” ungkap Hartati.
Direktur Festival MenTari, Susas Rita Loravianti, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pertukaran ide dan pengembangan metode penciptaan karya.
“Konsep Extended Body mendorong kesadaran tubuh terhadap ruang, teknologi, dan interaksi sosial. Harapannya, workshop ini melahirkan pendekatan baru yang relevan dengan praktik artistik masa kini,” tuturnya.
Salah satu peserta, Junaisya Syifatu Qalbi dari ISI Padang Panjang, menyebut workshop ini memberi pemahaman baru tentang intensitas gerak serta kesadaran tubuh.
“Belajar berkolaborasi dengan peserta lain membuka cara pandang baru dalam menciptakan komposisi tari,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Festival MenTari dan MTN Seni Budaya memperkuat posisi Padang Panjang sebagai salah satu pusat pengembangan talenta tari di Indonesia. ssc/rel