Sabtu, 02/11/2019 22:21 WIB

Jembatan Muaro Putuih Akan Dibangun 2020

Setelah sering menimbulkan masalah, akhirnya jembatan Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam, akhirnya tahun 2020 akan dibangun permanen

Setelah sering menimbulkan masalah, akhirnya jembatan Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam, akhirnya tahun 2020 akan dibangun permanen

 

Agam, sumbarsatu.com-Setelah sering menimbulkan masalah, akhirnya jembatan Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam, akhirnya tahun 2020 akan dibangun permanen.

Kepastian rencana pembangunan jembatan permanen di Muaro Putuih itu, setelah pihak DPUTR Agam melakukan survei, Jumat (1/11/2019).

Survey melibatkan Kadis PUPR Agam, Ir. Yunaldi, bersama personilnya, didampingi dua anggota DPRD Agam Dapil 1, Nesi Harmita ST dari Fraksi Partai Gerindra, dan Asnidar dari Fraksi PKS,

Mereka menyaksikan kondisi jembatan yang lantainya sudah banyak jebol, dan konstruksinya sudah tidak layak untuk intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.

Menurut Nesi Harmita, survey jembatan Muaro Putuih dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi jembatan, yang diharapkan bisa terealisasi pembangunannya di tahun anggaran 2020. Karena usulan dan pembahasannya sudah dilakukan dalam RAPBD 2020.

Ia menambahkan, jembatan itu adalah urat nadi di Nagari Tiku V Jorong, karena menjadi pintu gerbang ke Ibu Nagari Tiku V Jorong, Muaro Putuih, yang dikenal sebagai kawasan sentral ekonomi, dengan aktivitas kendaraan bertonase besar yang cukup tinggi. Sementara jembatan penghubung utama kondisinya sangat memprihatinkan, dan hanya berlantai kayu.

”Jembatan Muaro Putuih ini sangat vital bagi arus transportasi di daerah pesisir Tiku-Air Bangis, Pasaman Barat. Apalagi berbagai produksi pertanian dan perkebunan mengandalkan jembatan tersebut sebagai sarana utama,” ujarnya.

Diharapkan, pembangunan jembatan permanen itu bisa direalisasikan tahun depan, karena kondisi jembatan saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Jika dibiarkan akan semakin berdampak terhadap masyarakat, termasuk potensi jatuhnya korban.

Pembangunan jembatan utama, yang melintasi Batang Masang itu, merupakan jawaban aspirasi dan kebutuhan masyarakat di sentral penghasil kelapa sawit dan berbagai komoditi perkebunan, yang sudah sejak lama diharapkan.

Pasalnya, jembatan satu- satunya yang menyambung jalur transportasi dari Muaro Putuih itu, termasuk kawasan Masang, Gadih Angik, kondisinya sudah memprihatinkan, bagian lantai jembatan sudah banyak yang jebol, bahkan dua pekan lalu, truk pengangkut batu besar penahan ombak, sempat terperosok di lobang jembatan, sehingga dibutuhkan alat berat untuk mengevakuasinya. SSC/MSM

 

BACA JUGA