Malam Ini, Seniman Sumbar Merefleksikan Kemerdekaan Indonesia

BACA PUISI DAN MUSIKALISASI PUISI

Jum'at, 17/08/2018 17:20 WIB

Padang, sumbarsatu.com--Malam ini, Jumat (17/8;2018) di Pelataran Taman Budaya Sumatera Barat, sejumlah sastrawan, seniman, dan aktivis budaya beserta masyarakat pecinta seni, mempertegas apresiasinya terhadap makna kemerdekaan dengan membaca puisi serta pertunjukan musikalisasi puisi.

Kegiatan budaya bertajuk "Apresiasi Seni dan Refleksi 73 Tahun Indonesia Merdeka" ini, menurut Muasri, Kepala Taman Budaya Sumatera Barat, merupakan representasi ekspresi seniman terhadap makna kemerdekaan 17 Agustus 1945.    

"Malam ini (Jumat) para seniman dan pembaca puisi akan melisankan teks-teks puisi yang sarat dengan makna perjuangan serta reflektif terhadap 73 tahun kemerdekaan Indonesia. Ini jadi malam yang istimewa bagi kita bersama," kata Muasri yang didampingi Nina Rianti, sebagai penanggung jawab kegiatan ini, Jumat (17/8/2015) di kantornya.

"Mengapa saya katakan malam yang istimewa? Karena malam inilah momen penting bertemunya para budayawan, penyair, seniman, dan pegiat budaya dalam satu iven yang selama ini sudah jarang terjadi. Peristiwa "Apresiasi Seni dan Refleksi 73 Tahun Indonesia Merdeka" ini menyatukan mereka di atas panggung," tambah Muasri.   

Nina Rianti juga mengatakan, iven "Apresiasi Seni dan Refleksi 73 Tahun Indonesia Merdekan" ini bukan semata ajang berkumpul pada seniman tetapi lebih jauh diharapkan munculnya gagasan-gagasan kreatif dari pelaku seni yang bisa direalisasikan sebagai peristiwa budaya.

"Saat sudah berkumpul, biasanya muncul dari pelaku seni gagasan kreatif yang bisa direalisasikan sebagai sebuah kegiatan kultural. Tentu saja kegiatan "Apresiasi Seni dan Refleksi 73 Tahun Indonesia Merdeka" juga sebagai ruang silaturahmi bagi kita bersama sebagai masyarakat seni di Sumatera Barat," terang Nina, pimpinan Pentassakral, sebuah grup musik puisi yang legendaris di negeri ini.

Selain itu, tambah Nina, kegiatan ini juga dikesankan agar Taman Budaya Sumatera Barat tidak lagi kesepian ditinggal seniman dan budayawan. "Mari kita jadikan Tambud sebagai ruah gadang seniman dan budayawan, pekerja seni, dan lainnya."    

Dari nama-nama yang akan tampil dalam panggung "Apresiasi Seni dan Refleksi 73 Tahun Indonesia Merdeka" yang diterima sumbarsatu,  ada Yusrizal KW (tokoh literasi Indonesia dan redaktur budaya), Rusli Marzuki Saria (maestro sastra Sumbar), Raudha Thaib (penyair), Darman Moenir (sastrawan senior), Rizal Tanjung (pembaca puisi), Hidayat (penggerak budaya sekaligus anggota DPRD Sumbar), Sudarmoko (peneliti sastra), Armeyn Sufhasril (aktor dan pembaca puisi), Rhian D Kincai (wartawan senior dan penyair), Endut Ahadiat (pengajar sastra), Andrea C Tamsin (pengajar sastra dan pembaca puisi), Zurmailis (pengajar sastra dan aktris teater), Syaripuddin Arifin (sastrawan mancanegara), Muhammad Ibrahim Ilyas (dramawan dan penyair), Alwi Karmena (budayawan), Pinto Janir (pembaca puisi), Yeyen Kiram (pembaca puisi), Hermawan (peneliti sastra), Asril Koto (penyair senior), dan lainnya. (SSC)



BACA JUGA