Bukittinggi, sumbarsatu.com — Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Senin (26/01/2026) pukul 11.11 WIB. Letusan tersebut disertai semburan abu vulkanik setinggi sekitar 600 meter di atas puncak gunung.
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi sekitar 34 detik.
“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada 26 Januari 2026 pukul 11.11 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulis.
Saat ini, Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Marapi dari Level III (Siaga) menjadi Level II sejak 1 Desember 2024. Meski demikian, aktivitas erupsi masih kerap terjadi dan dalam sepekan terakhir beberapa kali letusan terpantau.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Kawah Verbeek.
Warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan.
Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan. PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi bohong serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan otoritas kebencanaan.
Pemerintah daerah di wilayah terdampak, yakni Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG, Badan Geologi, serta Pos Pengamatan Gunung Marapi untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas gunung api tersebut.
Informasi resmi perkembangan aktivitas Gunung Marapi dapat dipantau melalui situs Badan Geologi, PVMBG, Magma Indonesia, aplikasi Magma Indonesia, serta kanal media sosial resmi PVMBG.ssc/mn