Berfoto bersama di depan Kantor Bupati Agam
Agam, sumbarsatu.com-Dua puluh delapan Santri Eakkapap Sasanawich Islamic School, Provinsi Krabi, Thailand, berkunjung ke Agam.
Rabu (27/3/2019), mereka beramu ke Kantor Bupati Agam, difasilitasi Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Agam.
Mereka diterima Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, didampingi Kabag Kesra Setda Agam, Syatria, di ruang rapat bupati.
Guru besar Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Syaikhu Madrasah Buya Deswandi mengatakan, kunjungan ini merupakan balasan dari program study Exchange ke sekolah Eakkapap Sasanawich Islamic School, Provinsi Krabi, Thailand, pada 20 hingga 30 Januari 2019, yang diikuti 30 santri.
“Ponpes Sumatera Thawalib Parabek, dengan usia 109 tahun, berupaya mengembangkan program dan ingin mengaderkan ulama internasional. Salah satunya melalui MoU dengan pondok pesantren luar Indonesia, di antaranya, Thailand dan Malaysia,” ujar Deswandi.
Menurutnya, hal ini dilakukan agar wawasan santri tidak hanya terpaku di lingkup Sumatera Barat atau Indonesia, tapi bisa menembus internasional untuk melihat perkembangan Islam di negara lain, yang dapat diimplementasikan di Agam.
Dengan demikian, kunjungan balasan dari sekolah Eakkapap Sasanawich Islamic School ini, mereka ingin memahami bagaimana budaya pengembangan Islam di Agam, agar dapat jadi contoh dan dikembangkan di negaranya.
“Mereka akan bergabung di Ponpes Sumatera Thawalib Parabek selama 20 hari, mulai 20 hingga 1 April 2019,” ujarnya pula.
Trinda Farhan Satria mengaku bangga, karena Kabupaten Agam kedatangan tamu istimewa dari Eakkapap Sasanawich Islamic School, Provinsi Krabi, Thailand. Semoga merasa betah, nyaman, dan tentram selama di Agam, sehingga berkeinginan berkunjung kembali.
Menurutnya, kunjungan ini akan memberikan inspirasi bagi santri dalam berinteraksi dengan dunia luar. Bahkan dapat memberikan pemahaman, bahwa kehidupan Islam ruang lingkupnya tidak kecil, sehingga dapat sharing dan berbagi pengalaman.
“Setiap tempat miliki kelebihan tersendiri yang dapat dipelajari dan dikembangkan di tempat masing-masing,” ujarnya.
Dikatakan, dengan program strategis Pemkab Agam yaitu Nagari Madani, terkait menumbuhkan karakter keislaman bagi masyarakat Agam, sebuah kombinasi yang sedang dibangun untuk menyelaraskan antara kebijakan pemerintah dengan gerakan pendidikan dakwah, yang menjadi ujung tombaknya adalah pondok pesantren.
Wabup menjelaskan secara detail apa saja yang menjadi indikator, dan kriteria yang tertuang dalam Gerakan Nagari Madani, sehingga santri yang berkunjung dapat memahami dengan cara diterjemahkan oleh Ustazah pembimbingnya, yaitu Nurahayana.
“Agam sejak zaman dulu adalah gudangnya para ulama, di antaranya Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, yang merupakan Imam Besar Masjidil Haram. Tidak salah lagi jika Ponpes Sumatera Thawalib Parabek ingin mengaderkan ulama internasional di Agam,” ujarnya pula. (MSM)