Bakaua Adat Muaro Takuang, Wujud Syukur dan Silaturahmi

-

Jum'at, 12/04/2019 00:27 WIB
-

-

 

Sijunjuang, sumbarsatu.com—Bakaua Adat kembali digelar oleh masyarakat Nagari Muaro Takuang, Kamang Baru, Sijunjung, Rabu (10/4/2019)

Acara itu merupakan wujud syukur masyarakat setempat kepada Yang Maha Kuasa atas nikmat dan rahmat yang telah diberikan. Sehingga hasil pertanian dan ekonomi meningkat, kesejahteraan hidup didapat.

Budaya masyarakat agraris itu dilaksanakan saat turun ke sawah. Apabila musim hujan telah tiba, sawah digenangi air, dan siap ditanami kembali. Dilakukan pada Sya'ban menjelang masuknya Ramadan.

Salah seorang tokoh masyarakat Muaro Takuang Farizal Dt. Bagindo Sutan, mengatakan Bakaua Adat dan Alek Nagari di Nagari Muaro Takuang ini digelar setiap memasuki tahun ketiga (tiga tahun sekali). Biasanya pada Sya'ban dan musim hujan tiba.

"Ninik mamak dan tokoh masyarakat harus bersatu memperjuangkan kepentingan masyarakat Nagari Muaro Takuang yang berjumlah lebih kurang enam ribu jiwa. Perkuat silaturahmi," katanya.

Masyarakat dari lima suku dalam nagari itu berkumpul. Ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, dan tamu undangan duduk bersama.

Lantunan ayat Alquran, salawat, dan doa membumbung bersama asap kumayan.

Rasa syukur, harapan, dan saling memaafkan untuk kehidupan yang lebih baik terhampar di makam leluhur di Kapalo Koto. Juga jadi tempat mereka berziarah.

"Ini wujud syukur atas nikmat dan rahmat yang telah diberikan kepada kita. Tali silaturahmi diperkuat kembali. Tidak ada dendam dan persoalan lagi. Semua sudah dihabiskan saat menggelar doa dan salawat bersama di makam nenek moyang kita," tutur Farizal Dt. Bagindo Sutan di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.

Enam ekor kerbau sumbangan dari masing-masing suku dalam nagari itu, disembelih dan dimasak bersama. Lalu dihidangkan dalam makan Bajamba.

Tamu yang hadir pun mendapat buah tangan Lamang Barambai. Lemang ketan yang dihiasi bunga itu untuk dibawa pulang.

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin yang juga hadir, menyampaikan rasa bangga atas acara Bakaua Adat yang jadi budaya di kampung halamannya.

"Bakaua Adat yang merupakan alek nagari ini mengandung banyak makna. Kebersamaan dan sifat gotong royong tampak pada masyarakat sebagai ungkapan syukur kepada Allah. Semoga nilai-nilai tersebut dapat dipertahankan dan diturunkan kepada anak cucu nantinya," tuturnya.

Turut hadir dalam acara itu Anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten, dan Kepala OPD Sijunjung.

 

(Thendra)

 



BACA JUGA