Kerusakan Terumbu Karang Rugikan Nelayan

Senin, 18/04/2016 07:29 WIB

Agam, sumbarssatu.com—Kerusakan terumbu karang di perairan Tiku,kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, sangat merugikan nelayan, seperti disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Minggu (17/4/2016).

Menurutnya, terumbu karang merupakan “rumah ikan.” Karena rumahnya sudah rusak, maka ikan akan semakin jauh ke tengah laut,untuk mencari rumah yang masih utuh. 

Kini, sekitar 27 ha terumbu karang di perairan Tiku, rusak. Kondisi demikian mengakibatkan nelayan terpaksa melakukan penangkapan ikan lebih jauh ke tengah laut.

Dijelaskan, kerusakan terumbu karang antara lain disebabkan aktivitas penangkap ikan menggunakan alat-alat tangkap yang tidak ramah, seperti pukat harimau, dan bahan peledak. Kegiatan semacam itu biasa dilakukan nelayan-nelayan luar, yang datang dari jauh dari daerah tetangga. Kerusakan cukup parah terjadi di sekitar Pulau Tangah dan Pulau Ujung.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam Ermanto mengatakan, Agam memiliki wilayah laut yang cukup luas, dengan garis pantai sepanjang 43 kilometer. Perlengkapan alat tangkap nelayan yang terdata adalah 442 unit. Di antaranya payang sebanyak 39 unit, pukat pantai 45 unit, pancing tonda 39 unit, dan pancing lainnya sebanyak 206 unit. Jaring insang atau tramel net sebanyak 95 unit, dan bagan 18 unit.

Ia menyayangkan kerusakan terumbu karang tersebut. Untuk memperbaiki terumbu karang yang rusak tersebut, dibutuhkan dana cukup besar, dan waktu yang lama. Untuk membiayai perbaikannya, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Agam tidak akan mampu.

Untuk Satu paket kecil, dengan ukuran 20X20 meter persegi, dibutuhkan dana sekitar Rp150 juta. Dana sebesar Rp150 juta ini digunakan untuk biaya selam dan perawatan. Hal ini memang harus menjadi perhatian.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan hasil tangkapan ikan, dengan beragam bantuan kepada nelayan. Pada tahun 2015 lalu target tangkapan ikan perairan laut Kabupaten Agam mencapai 7.431 ton dari target 7500 ton. Sementara hasil tangkapan ikan perairan laut pada tahun 2016 ditargetkan 8.000 ton. (MSM)



BACA JUGA